5 KEGELAPAN dan 5 PELITA Jumat, Maret 02, 2012

Sahabat Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam, Abu Bakar Ash-Shiddiq, berkata,

"Kegelapan itu ada lima dan pelitanya pun ada lima. Jika tidak waspada, lima kegelapan itu akan menyesatkan dan memerosokkan kita ke dalam panasnya api neraka. Tetapi, barangsiapa teguh memegang lima pelita itu maka ia akan di dunia dan akhirat."

✿ ❀ ✿ ❀ ✿ ❀ ✿ ❀ ✿ ❀ ✿ ❀ ✿ ❀ ✿ ❀

Kegelapan pertama adalah cinta dunia (hubb al-dunya).

Rasulullah bersabda,"Cinta dunia adalah biang segala kesalahan."(HR Baihaqi).

Manusia yang berorientasi duniawi, ia akan melegalkan segala cara untuk meraih keinginannya.

Untuk memeranginya, Abu Bakar memberikan pelita berupa takwa.

Dengan takwa, manusia lebih tararah secara positif menuju jalan Allah, yakni jalan kebenaran.

✿ ❀ ✿ ❀ ✿ ❀ ✿ ❀ ✿ ❀ ✿ ❀ ✿ ❀ ✿ ❀

Kedua, berbuat dosa.

Kegelapan ini akan tercerahkan oleh taubat nashuha (tobat yang sungguh-sungguh).

Rasulullah bersabda,"Sesungguhnya bila seorang hamba melakukan dosa satu kali, di dalam hatinya timbul satu titik noda. Apabila ia berhenti dari berbuat dosa dan memohon ampun serta bertobat, maka bersihlah hatinya. Jika ia kembali berbuat dosa, bertambah hitamlah titik nodanya itu sampai memenuhi hatinya."(HR Ahmad)

inilah al-roon (penutup hati) sebagaiman disebutkan dalam Qs Al-Muthaffifin (83) ayat 14.

✿ ❀ ✿ ❀ ✿ ❀ ✿ ❀ ✿ ❀ ✿ ❀ ✿ ❀ ✿ ❀

ketiga, kegelapan kubur akan benderang dengan adanya siraj (lampu penerang) berupa bacaan Laa ilaaha illallah, Muhammad Rasulullah.

Sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam,"Barangsiapa membaca dengan ikhlas kalimat Laa illaha illallah, ia akan masuk surga." para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, apa wujud keikhlasannya ?" Beliau menjawab, "Kalimat tersebut dapat mencegah dari segala sesuatu yang diharamkan Allah kepada kalian."

✿ ❀ ✿ ❀ ✿ ❀ ✿ ❀ ✿ ❀ ✿ ❀ ✿ ❀ ✿ ❀

keempat, alam akhirat sangatlah gelap.

Untuk meneranginya, manusia harus memperbanyak amal shaleh.

QS Al-Bayyinah (98) ayat 7-8 menyebutkan, orang yang beramal shaleh adalah sebaik-baik makhluk, dan balasan bagi mereka adalah surga 'Adn. Mereka kekal didalamnya.

✿ ❀ ✿ ❀ ✿ ❀ ✿ ❀ ✿ ❀ ✿ ❀ ✿ ❀ ✿ ❀

kegelapan kelima adalah shirath (jembatan penyeberangan di atas neraka) dan yaqin adalah peneranganya.

Yaitu, meyakini dan membenarkan dengan sepenuh nati segala hal yang ghaib, termasuk kehidupan setelah mati.

Dengan keyakinan itu, kita akan lebih aktif mempersiapkan bekal sebanyak mungkin menuju alam abadi (akhirat).

✿ ❀ ✿ ❀ ✿ ❀ ✿ ❀ ✿ ❀ ✿ ❀ ✿ ❀ ✿ ❀

Demikianlah lima wasiat Abu Bakar. Semoga kita termasuk pemegang kuat lima pelita itu, sehingga menyibak kegelapan dan menghantarkan kita ke kebahagiaan abadi di surga. Aamiin.

.Strawberry

FILOSOFI ANGKA 7

Angka 7 Menurut Beberapa Negara dan Agama

Di China

menurut cerita angka 7 telah mempesona sejak jaman dahulu kala. Di China angka 7 dihubungkan dengan kehidupan gadis, dimana gadis mempunyai gigi susu pada usia 7 bulan dan tanggal pada usia 7 tahun, dalam 2 x 7 tahun "roda yin" membuka ketika ia mencapai masa puber, dan pada 7 x 7 = 49 datanglah masa monopause.

Di Amerika Kuno

Kesakralan angka 7 tidak ditemui di Amerika pra-Columbian dimana bangsa Maya percaya bahwa pada 7 lapis langit dan menganggap 7 sebagai angka penjuru mata angin.

Di Agama Yahudi

Dalam agama Yahudi (agama sebelum nabi Ibrahim. AS, atau agama pada jaman sebelum Masehi) hari ke 7 menjadi hari libur suci, sehinga di sakralkan, pada hari ke 7 itu larangan bekerja di ubah menjadi perintah. Dalam kitab perjanjian lama penuh angka 7. Pada generasi ke 7 setelah Adam hiduplah Lamech (silsilah dari Adam ) selama 777 tahun dan harus membayar balas dendam selama 777 tahun (Kejadian : 4.24).

Tujuh tahun langkah menuju kuil sulaiman berhubungan dengan 7 cerita tentang kuil kuil Babilonia. Lalu Merpati Nuh menghilang selama 7 hari, dan tanda tanda datangnya muncul selama 7 hari, sungai Eufrat terbagi menjadi 7 aliran.

Di Agama Kristiani

Pada abad ke -14, sejarawan Mesir al-Maqrizi mengatakan bahwa orang orang kristen di Mesir (Koptik) merayakan 7 pesta besar dan 7 pesta kecil di gereja mereka. Dimana pesta yang dilangsungkan adalah 7 untuk pesta kebahagiaan dan 7 untuk pesta kesedihan Ibu Maria yang selaras dengan irama heptadik. Oleh karena itu dalam musik renaisans terdapat sejumlah lagu dengan 7 suara, yang biasanya dipersembahkan kepada Perawan Maria, dan ada 7 karunia Roh Kudus.

Di India

Angka 7 juga banyak di jumpai di India, menurut cerita, angka 7 adalah angka penting terpenting di Weda selain angka 3. Angka 7 secara khusus berkaitan dengan Agni, dewa Api yang memiliki 7 istri, ibu atau adik serta 7 api, balok atau lidah, dan lagu lagu yang diperuntukkan baginya berjumlah 7. Dalam kepercayaan merea dewa matahari mempunyai 7 kuda penarik keretanya di langit.

Di Agama Budha

Dalam Budha (sidharta Gautama) yang baru lahir diyakini oleh pengikutnya, ketika lahir langsung menapak 7 langkah. Ia mencari keselamatan selama 7 tahun dan mengitari pohon bodhi selama 7 kali sebelum duduk bermeditasi dibawahnya. Masih menurut cerita, bahwa Syurga Budha mempunyai 7 teras, 7 karya keagamaan akan membawa manfaat bagi orang orang yang mempercayai kehidupan ini.Di Ilmu PengetahuanDalam Ilmu pengetahuan, angka 7 adalah dasar dari akumulasi angka yang tak terhitung jumlahnya, mulai dari 7 atom, 7 partikel terkecil dan seterusnya.

Di Agama Islam

Dalam islam, yang menarik dan untuk dicatat adalah, bahwa surah pertama dalam Al-Qur'an, Al-Fatihah mempunyai 7 ayat. Kalimah Syahadat dalam Laa Ilaaha ilaa Allaah, Muhammad rasul Allah terdiri dari 7 kata. Menurut Al-Qur'an Tuhan menciptakan langit dan bumi menjadi 7 lapis. Lalu Thawaf mengelilingi Ka'bah di Mekkah dilakukan sebanyak 7 kali, demikian juga dengan lari lari kecil (Sa'i) antara Shafa dan Marwah. Pada akhir haji, dekat Mina, syetan di lepar dalam 3 kali masing masing dengan 7 buah kerikil kecil yang lazim disebut (melempar jumroh). Angka 7 juga disukai oleh kaum Sufi. Tasawuf memperbincangkan 7 Lathaaif, atau titik titik subtil pada tubuh tempat kaum Sufi memusatkan kekuatan spiritualnya.

Di Masarakat JawaDalam tradisi Jawa

Ada moment tertentu yang berhubungan dengan angka 7. Sebagai contoh ketika orang hamil sudah usia 7 bulan, maka diadakan selamatan dengan istilah yang disebut "Tingkepan". Lalu pada bayi yang telah berusia 7 bulan, maka ada prosesi yang dinamakan turun tanah. Persyaratan Upacara adat tertentu harus menggunakan kembang 7 rupa, mandi 7 sumur, Pesta kadang – kadang diadakan 7 hari 7 malam.. Juga tentang mitos kekayaan yang sampai 7 turunan.. ( keturunan ke 8 jadi gembel… ^ _ ^ ) Benua ada 7 Allah menurunkan malaikat untuk membunuh pasukan gajah 70000 malaikat, Allah menghias manusia dengan tujuh anggota badan, yaitu dua tangan, dua kaki, dua lutut, dan satu wajah. Kemudian Allah menghiasinya, dengan tujuh peribadatan, yaitu : dua tangan dengan doa, dua kaki dengan berkhidmat, dua lutut dengan duduk, dan wajah (muka) dengan sujud. 7 lapis langit rakaat shalat 17 Pintu surga dan neraka 7 Keajaiban dunia ada 727 pahala shalat berjamaah 7 lubang dalam tubuh kita 1 minggu 7 hari Allah menghiasi Al-Qur'an (Kitab suci umat Islam) dengan Tujuh surat panjang, Yaitu Al-Baqarah, Ali Imran, Al-Maaidah, An-Nissa', Al 'Araaf, Al An'aam dan Al-Anfaal atau At-Taubah.

Kemudian Allah menghiasinya pula dengan Tujuh ayat Ummul kitab (Al-Fatihah/Pembuka kitab). Sebagaimana Firman Allah dalam Surat AL Hijr ayat 87, "Dan Sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al Quran yang agung."Allah menghias umur manusia dengan tujuh tingkatan / tahapan. Pada masa baru lahir dinamakan tahapan rodhi' (Menyusu), kemudian tahap fa thim (disapih), tahapan Shobiyyi (bayi), tahapan ghulam (masa kanak-kanak), kemudian tahapan syaab (pemuda/remaja), kemudian tahapan kuhul (yakni menginjak usia antara 30-50 tahun), dan menginjak tahapan Syaikh (masa tua).

Demikianlah Tuhan Yang Maha Kuasa dan Yang Maha Berkehendak telah menciptakan alam semsta dengan penuh misteri,seperti misteri nya angka 7.

7 pertumbuhan manusia dalam rahim:1. Rambut2. Kulit3. Daging4. Otot5. Tulang6. Sumsum7. Darah

Curhat Cewek-cowok

1. tau nggak, memang dimana-mana cowok demennya curhat ama cewek, dan sebaliknya cewek demen curhat sama cowok :)

2. alasannya sih katanya lebih seru (emangnya tinju) dan lebih terpercaya, alibi aja itu mah, bilang aja demen -_-

3. padahal curhat2an cowok-cewek itu bahaya, karna awal2nya sih bilang temen, lama-lama jadi demen

4. alasannya sih "nganggep adik angkat", awalnya memang adik angkat, lama-lama temen dekat, trus melekat deh.. hehe.. ngaku ayo..

5. walaupun kamu gak bilang kamu pacaran, kalo aktivitasmu begitu, ya sama-sama aja maksiatmu, eta-eta keneh (ceuk sunda mah)

6. atau sekedar sms say hello, "udah maem blum", "udah mandi blum" >> halah, emaknya aja gak segitunya..

7. tau gak, nafsu itu kayak magnet, berlaku hukum tarik menarik F = G x (Ma x Mb)/r2, gak ngerti ya, ckckck.. sini, mari sy jelasin :D

8. F = nafsu total, G = udah baligh, Ma = syahwat laki2, Mb = syahwat wanita, r = radius (jarak), andersten?

9. jadi semakin deket cowok sama cewek, semakin bahayalah mereka, semakin mungkin baku syahwat diantara mereka, ancur nih..

10. maka semakin kenceng akslerasi syahwat, maka semakin bahaya hasil akhirnya, apalagi syahwat kamu akslerasinya 100 km dlm 3 detik (wow!)

11. Allah yg ciptain kita tau bahwa kita punya syahwat, Dia yang ngasi, makanya sebelum nikah Dia perintah utk jgn deket2 lawan jenis

12. Rasul pun tau kita punya syahwat, maka sebelum akad jangan dekat, apalagi beduaan karena yg ketiganya pasti adalah setan -_-

13. sekedar boncengan, pulang duaan, kerja kelompok bedua (kelompok apaan nih, ganda campuran?), semua tak diperkenankan, demi kita juga kok

14. walau kamu bilang kamu cuma teman, siapa yg jamin bukan TTM, teman tapi maling, eh salah, teman tapi mesra? gak ada yg jamin toh?

15. apalagi Rasul bilang "nahnu nahkum bi dzhahir" (kami menghukumi yang tampak), bukan yg tersembunyi dalam hati, ya kan :)

16. makanya dalam Islam, ikhwan dan akhwat aktivitasnya dipisah, bukan apa-apa, preventif lebih utama dari kuratif, cegah lebih baik dr beli obat

17. dengan gitu niat terjaga dan amal pun terpelihara, apalagi kemuliaan dan kehormatan juga ikut terjaga, adem kan..

18. apalagi jaman sekarang, dunia maya begitu serem, mantengin foto ikhwan / akhwat bukan perkara sulit kyk jaman dulu..

19. jaman sy mah, minta poto cewek setengah mati, jaman sekarang foto cewek berbagai gaya ada, yg mati setengah juga ada.. hehe..

20. chatting mudah, kontak mudah, tanpa sadar muda-mudi kita udah mulai terpapar bahaya dunia maya, gak terkecuali pengemban dakwah (nah loo)

21. "nggak kok mas, ini cuma koordinasi dakwah" >> koordinasi atau koor di nasi~ kok pake pesan "ukhti, afwan, inget tahajudnya ya.." geli gw..

22. "oo.. bukan mbak, ini cuma nanya hukum ke si akhii" >> pertanyaan atau perhatian~ kok nemen banget, knp gak tanya ustadzahnya aja.. hayoo..

23. awalnya pinjem2an buku kuliah, trus pinjem2an kitab ngaji, trus pinjem2an duit (ngutang?) trus lama-lama pinjem2an hati. heh heh heh..

24. tulisannya "I love you, coz Allah" tapi dipakein koma, lagian yang begini2 gak perlu diungkapin ke orangnya lagi, doain aja.. -_-

25. komennya "Keep istiqamah ya ukhti yang disayangi Allah.." >> ampun dah, dakwah dusta bener..

26. jaga niat guys, batesin interaksi sama lawan jenis, kalo Allah udah kasih jalan yang luas, ngapain lagi jalan di pinggir2 jurang

27. jalan masih panjang, dan masih luas, jalanlah ditengah2, kita gak pernah tau kapan badai berhembus bisa meniupkan fitnah pada kita

28. siapa pria yang hatinya belum terjaga hendaklah menikah, siapa yang belum menikah, hendaklah menjaga hatinya dari fitnah wanita

29. curhat boleh, kita tau kok kamu perlu nge-refresh pikiran, sama emak bapak kan bisa, atau sama temen2 satu perjuangan yg sesama jenis? :)

30. interaksi boleh, tapi bagi masih liar hatinya, banyak2lah meluruskan niat :)

31. yang udah terlanjur ada hubungan tanpa ikatan, walau tak dinamakan pacaran, udaaah, putusin aja, selesaikan! :D

KENAPA HARUS ADA DUA CINTA

Bismillahir-Rahmanir-Rahim ... “Telah kutinggalkan cemburu disudut kamar gelapkuTelah kuhanyutkan dukapada sungai kecil yang mengalir dari sudut matakuTelah kukabarkan lewat angin gerimistentang segala catatan hatiYang terhampar ditiap jengkal sajadah dalam tahajud dan sujud panjang…..” (asma)

Malam berselimut mendung, tapi hujan tak jua turun, hanya sesekali gemuruh petir yang menyapa dunia…dingin… itu yang kurasa saat angin menyentuh kulit tubuhku. Sudah jam 11 malam tapi tak jua rasa kantuk datang menyapaku. Persis didepanku suami duduk dg kaki bersilang, gelisah..resah dan…ragu, itu yang kutangkap. Karena kutahu gerak-gerik suamiku selalu berganti posisi.

“Ayah kenapa…?”

aku mencoba bertanya siapa tahu kegelisahan suami bisa mencair bahkan hilang bersama hembusan angin.

” Ayah ingin bicara bunda…ini penting….”

“Aneh dech ayah, biasanya kan langsung cerita, iya tho?” aku masih duduk santai, sambil sesekali minum teh angeet.

”Tapi janji …bunda jangan marah...jangan minta yang tidak bisa ayah kabulkan, janji ya?”

“Ayah aneh malam ini…ada apa sich?” aku merubah posisi dudukku mendekati suami. “Ada apa yah…bunda siap mendengar apapun sueer…” dengan dua jari yang berarti ‘janji ‘.

“Bunda….bunda…ayah…ayah…hmmm....”lalu minum sesaat, sambil menarik nafas panjang“Hmm…ijinkan ayah menikah lagi…” kata suamiku datar sambil agak menunduk.

“Hahaha…ayah acting ya...jangan gitu ah.” Jawabku santai sambil minum teh anget lagi.

”Bunda ….bunda…ayah serius…ayah serius…ayah sungguhan…tidak bercanda dan tidak main-main…oke?”

Aku baru sadar apa yang aku dengar…ternyata..suamiku memang serius…serius bicara..dan serius akan menikah lagi. Aku tak tau harus menjawab apa dan bagaimana, yang pasti…udara mulai panas kurasakan, dunia seolah-olah mau kiamat, aku tersentak kaget dengan permintaan suamiku untuk menikah lagi, sehingga cangkir yang kupegang jatuh dilantai dan pecah seperti hatiku malam ini…

“Ayaaah….benarkah…?apa ini bukan mimpi…???aku seperti orang linglung

“Bukan bunda, pegang pipi ayah…”jawab suamiku sambil mencoba menganggkat tanganku.Tak terasa air mataku mulai bergulir membasahi pipi, semakin lama semakin deras bak curah hujan yang jatuh dari langit.

“Apa yang membuat ayah begini..? apa kurang hanya dengan satu cinta?”“Apakah ayah sanggup berbuat adil..?ingat ayah….semua perbuatan pasti dipertanggung jawabkan didepanNya.”aku mengajukan pertanyaan tak henti-hentinya seperti seorang hakim terhadap terdakwa.

“Ayah sudah memperhitungkan semuanya bunda, jangan lupa…Allah juga mengijinkan umatNya untuk menikah lagi, coba bunda baca QS.An-Nisa:3…..maka nikahilah prempuan lain yang kamu senangi satu, dua, tiga atau empat. Begitu kan bunda….jadi tidak ada larangan kan….”suamiku menjelaskan ayat al-qur'an ttg poligami.

“Ayah lupa bagaimana kelanjutan ayat itu.? Tetapi jika kamu tidak bisa berlaku adil maka nikahilah satu orang saja…..ayah...jangan mengambil ayat Al-qur’an hanya untuk kepentingan pribadi ingat itu..!!! dosa ayah …dosa…!!!

Aku setengah berteriak menjelaskan pembelaanku bahwa Allah sebenarnya tidak mewajibkan umatNya utk menikah lebih dari satu, tapi hanya membolehkan saja, itupun kalo umatNya bisa berbuat adil. Lalu bisakah para lelaki atau umat manusia berlaku adil? Apakah adil hanya dilihat dari materi..??? bagaimana dengan perasaan wanita jika suaminya berbagi cinta? Bukannya aku menolak ayat Allah yang satu ini…tp coba dipikir lagi…pikir lagi dgn jernih. Kata-kata itu yang berteriak dalam benakku tanpa sanggup aku ucapkan.Suamiku tertunduk saat aku tak henti-hentinya menyerang dengan dalil.

“Bunda …!!!! Ini keputusan ayah…!!! Titik ! suara suamiku mulai meninggi, aku tahu suami mulai emosi, dan aku diam… tapi sesaat, setelah itu…suaraku tak kalah hebat kerasnya, meledak-ledak kembali…

Malam itu merupakan ajang pertengkaran yang sangat hebat bagi kami berdua, kami sudah lupa bagaimana menurunkan emosi ….tapi yang pasti…suamiku tetap kokoh pada pendiriannya….ya Allah….!!!

Tak pernah terlintas dalam benakku, kalau pada akhirnya hidupku akan begini. Sejak permintaan suamiku untuk menikah lagi, aku merasa wanita paling sakit didunia, aku merasa wanita teraniaya didunia, dan aku merasa tidak punya kekuatan apapun.Ya Rabb….kuatkan aku dalam menghadapi semuanya, kuatkan aku dalam menghadapi ujianmu, bentuk sayangmu terhadapku. Hanya kata-kata itu yg selalu bersenandung dalam hatiku.

Sejak itu hidupku seolah-olah tanpa pegangan, yang aku lakukan hanya menangis dan menangis tanpa bisa bertindak apapun. Sadar dengan keadaanku begini akan bisa membuatku hancur, hancur bagi anakku dan diriku.

Aku tidak mau hancur….aku tak mau terlarut dlm kesedihan….itu yang tiba-tiba ada dlm benakku, yang membuatku bangkit dan bangun dari tidur panjangku.Akupun bangkit untuk menata kembali hatiku yang tlah membeku karena sakit. Aku mencoba bangkit, pelan tapi pasti. Diantara kepingan hatiku, aku berusaha berdiri tegak walau terseok dan butuh kekuatan. Sebagai langkah awal, aku wudhu dan membaca alquran. Subhanallah…….. disaat aku membutuhkan jawaban atas persoalan hidupku, ada secercah jawaban dariNya. Jawaban yang membuatku lega dan bisa tersenyum kembali.

“Kami tidak akan menurunkan Al-qur’an ini kepadamu agar kamu celaka” (qs.Thahaa: 2)kalimat ini yang membuatku bisa mengembangkan senyumku lagi, kalimat ini yang bisa membuatku bangkit kembali dan …tentu banyak kalimat Allah yg membuatku bisa berdiri tegak kembali. Yach…aku bisa menerima semuanya sekarang walau aku masih butuh seseorang untuk menguatkanku.

“Apakah kamu tidak ingin syurganya Allah..?” kalau kamu ridha, iklas dan sabar, insyaAllah syurga dlm genggamanmu, tapi kalau kamu tidak mampu menghadapi ujian ini dengan sabar, kamu boleh mengajukan cerai...walau dibenci Allah.”“Untuk menggapai syurga Allah, tidak hanya dengan jalan ini saja mbak,toh masih banyak jalan yang bisa menuju syurga Allah..?iya kan mbak?” begitu sanggahku“Ujian yang kamu hadapi saat ini begini, kamu kok minta soal ujian yang lain…Allah memberi ujian ke umatnya sesuai dengan kemampuan umatNya… Allah maha tahu” jawab temanku dengan penuh kelembutan dan wibawa.

Itulah dialog antara aku dan temanku saat aku tidak sanggup lagi untuk meredam permasalahanku.

Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya…akupun menyetujui dan merestui pernikahan suamiku. Keputusanku ini bukan berarti tanpa melalui perdebatan yang sengit, antara aku dan suamiku, juga antara aku dan batinku. Bahkan aku berkali kali konsultasi dgn orang yang aku anggap bisa menjawab dan memberikan solusi. Dan aku tinggalkan semua rasa pedih dan sakit hati. Segala yang aku inginkan hanyalah demi kebaikan semuanya.

Waktu yang telah ditentukanpun tiba…aku sibuk menyiapkan segalanya…..yach segalanya…menyiapkan pernikahan suamiku, mulai dari tamu undangan, catering sampai urusan kamar pengantin disebuah hotel. Yang paling berat adalah menyiapkan hati dan perasaanku agar aku bisa menerima semua ini bahkan sampai kelevel ikhlas.

Disebuah mesjid yang sudah tertata apik dan dingin, dengan karpet merah terhampar indah, tak lupa ada meja pendek ditengah dgn sebuah vas bunga nan cantik… aku duduk disebelah suamiku. Para undanganpun datang sebelum waktu yg telah ditentukan, sesekali aku menghela nafas panjang…ada rasa sakit dan sesak yang kurasakan. Dan… mempelai wanita dengan dibalut kebaya putih sangat anggun dengan tatanan rambut modern yang siap menjadi pendamping suamiku. Ya Allah….kuatkan aku…kuatkan aku, suara batinku tak henti-hentinya bersahutan, karena melihat suamiku bersanding dgn wanita lain.Tak bisa dibendung lagi air mataku perlahan bergulir seiring dengan desahan nafasku. “aku gak tahan ya Allah….kuatkan aku…kuatkan aku Allah…kembali lagi aku memohon kekuatan kpd Allah dari bilik hatiku.

“Saya nikahkan ….binti….dengan mas kawin seperangkat emas dan seprangkat alat sholat tunai..! saya terima nikahnya kawinnya…..binti….dengan mas kawin tsb. syah…syah….aku terhenyak kaget saat ijab kabul telah dikumandangkan, dan berarti pernikahan mereka syah dimata agama dan hukum….mereka syah suami istri. Dan aku…??? Kembali air mataku mengalir tak terbendung dan lagi-lagi aku tak mampu untuk menahannya, tapi segera aku hapus dengan tissue yang aku genggam. Sejak dikumandangkannya ijab Kabul itu, akupun berubah status, yaitu menjadi istri tua.

Para undangan mengucapkan selamat kepada mempelai, aku hanya tertunduk….sedih…disebelah suamiku. Untuk menghindari para tamu, aku menyibukkan diri menyiapkan hidangan. Tapi sesekali aku melirik ke arah suamiku. Ya Allah… wanita itu bergayut manja dan mesrah dilengan suamiku dan sesekali mereka tersenyum bahagia. Ingin rasanya saat itu aku menjerit, tapi aku segera meredakan emosiku karena aku tahu, amarah ato emosi itu datangnya dari syetan.

Setelah semua para tamu meninggalkan pesta sederhana itu satu persatu, maka tinggallah kami bertiga. Aku, suamiku dan ….istri barunya. Grogi…itu yang aku rasakan saat aku berada ditengah mereka. Dan aku merasa seperti orang asing dihadapan suamiku, walau suamiku berusaha untuk tersenyum. Entah senyum itu senyum kasih sayang atau senyum kemenangan…..duh Allah…kuatkan aku….kuatkan aku…lagi-lagi kata-kata itu yang bersahutan dalam hatiku.

“Ayah…kenapa ayah masih bengong disini, bukankah sudah bunda siapkan kamar pengantin ayah? Coba kita kesana yuuk? Apa yang kurang menurut kalian,” kataku memecah kebisuan dan kekakuan.“Oh iya bunda, yuk kita kesana, tapi ayah yakin bunda orang hebat yang bisa mendesign sedemikian apiknya untuk ayah,” sahut suamiku diiringi langkahku menjalani koridor hotel menuju kamar pengantin.Kami berjalan menyusuri lorong hotel menuju kamar pengantin yang sudah aku tata sesuai keinginan ‘adikku’.

Masih dengan bergayut manja istri muda suamiku mengikuti langkahku, diiringi senyumnya yang bahagia. Sesampai di kamar pengantin aku yang memasuki lebih dulu, karena aku tidak mau ada yang kurang. Aku segera membentangkan sajadah dan alat sholat untuk melakukan sholat sunnah bagi kedua mempelai sebelum melakukan kewajibannya sbg suami istri, dan menyiapkan segelas susu untuk diminum berdua. Semua sudah aku atur dan aku persiapkan. Lalu aku segera menuju kepintu untuk meninggalkan mereka berdua, tapi …. suamiku menarik tanganku.

“Bunda….. hanya kata itu yg terucap dari bibir suamiku sambil memelukku erat. Dan aku merasakan air mata membasahi pundakku.“Ayah kenapa sayang?” bukankah ini hari bahagia ayah?lakukan kewajiban ayah, sebagaimana ayah melakukan terhadap bunda dulu.” Aku mencoba untuk mensupport walau sebenarnya hatiku tidak iklas.“Bunda, maafkan ayaaah….. ayah tidak bermaksud melukai bunda, ayah tidak bermaksud menyakiti bunda.” Jawab suamiku sambil memelukku lebih erat lagi.“Bunda mengerti sayang…” hanya kata-kata itu yang keluar dari mulutku karena akupun tak sanggup lagi untuk meneruskan kata-kataku. Sakit dan entah apalagi yang aku rasakan saat itu.“Bunda orang hebat, bunda orang yang kuat, sedang ayah lemah, jangan tinggalkan ayah, tanpa bunda ayah tidak akan mampu berdiri, ayah masih tetap mencintai bunda,”“Ayah…bunda juga mencintai ayah, dan sangat…justru karena rasa cinta inilah bunda rela ayah menikah lagi, lakukan kewajiban ayah yaaa….bunda pulang, anak kita menunggu dirumah.”

Sebelum suamiku menjawab aku segera melepas pelukannya, dan aku segera meninggalkan suamiku dikamar pengantin.Aku melangkahkan kakiku dengan kecepatan tinggi agar segera meninggalkan tempat ini dan segera sampai dirumah.Sesampai dirumah, aku tak kuasa lagi menahan rasa sesak didada.. segalanya aku tumpahkan dalam kamarku, aku menangis sekuatku. Setelah merapatkan kepala ke pojok dinding kamar aku kembali menangis. Tangisan jiwa yang tak mampu aku kendalikan. Jiwa yang menjadi ringkih karena kecewa. Aku anggap diriku telah gagal dan tak mungkin bangkit lagi…… Dan dinding itu menjadi saksi bisu bagi air mata kepiluan yang menetesi bumi tempat aku menunduk. Air mata yang sepekat darah. Darah yang mengalir dalam nadi keputus-asaan. Padahal di atas atap rumahku purnama tengah bersinar.

Hari demi hari terus berlalu…… aku semakin menyadari dan menghayati kembali doa yang biasa aku ucapkan dalam hari-hari terberatku . Dari sana aku mengerti bahwa ketika sedih dan sakit hati, sesungguhnya sesuatu yang lebih baik sedang menantiku di masa depan.

Ya Allah.. Bila Engkau mengetahui bahwa perkara ini lebih baik bagi agamaku, hidupku dan akhir urusanku kelak [dalam jangka pendek maupun panjang], maka takdirkanlah hal itu bagiku dan mudahkanlah aku untuk mendapatkannya, kemudian berkatilah aku dalam hal tersebut. Dan apabila Engkau mengetahui bahwa perkara ini tidak baik bagi agamaku, hidupku atau akhir urusanku kelak [dalam jangka pendek maupun panjang], maka jauhkanlah perkara tersebut dariku dan hindarkanlah diriku darinya, lalu takdirkanlah yang baik buat diriku bagaimana adanya, kemudian buatlah aku ini ridho atas ketentuanMu.

~ o ~Strawberry.

RAHASIA KEMATIAN HANYA ALLAH YANG TAHU

Bismillahir-Rahmanir-Rahim ... ADA DUA LELAKI. Keduanya adalah saudara kandung. Lahir di dalam keluarga yang taat beragama. Namun perilaku dua orang itu berbeda dan akhir hidup mereka juga berbeda.

Yang tua, sejak kecil dikenal baik, alim dan ahli ibadah. Ia tidak suka menyakiti orang lain. Tidak suka hura-hura. Tak pernah menyentuh gelas minuman keras apalagi meminumnya. Waktu mudanya banyak dihabiskan di masjid. Ia juga tidak suka bergaul dengan wanita yang bukan mahramnya. Pernah ia dirayu seorang gadis cantik yang masih sepupunya, namun ia teguh dalam keimanannya. Karena amal perbuatannya yang baik dan akhlaknya ia dicintai oleh keluarga dan masyarakat.

Sedangkan adiknya, sangat berbeda dengan kakaknya. Sejak kecil ia dikenal nakal. Sejak remaja sudah biasa masuk tempat maksiat. Rumah bordil adalah tempat biasa ia mangkal. Hampir tiap hari ia mabuk dan melakukan pelbagai macam maksiat di rumah bordil miliknya itu. Kadang-kadang ia juga ikut gerombolan perampok, untuk merampas harta orang lain. Saat merampok ia bahkan terkadang juga melakukan pemerkosaan. Hampir segala jenis maksiat dan perbuatan yang menjijikan telah ia lakukan untuk memuaskan hawa nafsunya. Perbuatan jahatnya itu membuat dirinya dibenci oleh keluarga dan masyarakat.

Suatu ketika, sang kakak yang alim dan ahli ibadah merenung. Tiba-tiba dengan halus sekali nafsunya berkata padanya,

“Sejak kecil kau selalu berbuat kebaikan dan beribadah. Kau telah mendapat tempat di hati masyarakat dan dikenal sebagai orang baik. Namun kau tidak pernah merasakan nikmatnya hidup sedikitpun. Kenapa tidak sesekali kau datang ke tempat adikmu menghibur diri di rumah bordilnya. Sesekali saja. Setelah itu kau bisa tobat. Kau bisa membaca istighfar ribuan kali dalam sholat tahujjud. Bukankah Allah itu Maha Pengampun ?”

Bujukan hawa nafsunya itu ternyata masuk dalam pikirannya. Setan pun dengan sangat halus masuk melalui pori-pori dan aliran darah. Ia berkata pada diri sendiri, “Benar juga. Kenapa aku tidak sesekali menghibur diri? Hidup cuma sekali. Nanti malam aku mau menari dan bersenang-senang bersama wanita cantik di rumah bordil adikku. Setelah itu aku pulang dan bertobat kepada Allah Swt. Dia Maha Pengasih lagi Maha Pengampun.”

Sementara di rumah bordil. Adiknya juga merenung. Ia merasa jenuh dengan hidup yang dijalaninya. Nuraninya berkata,

“Sudah bertahun-tahun aku hidup bergelimang dosa. Bermacam maksiat telah aku lakukan. Apakah aku akan hidup begini terus? Keluarga membenciku karena perbuatanku. Juga masyarakat, mereka memusuhiku karena kejahatanku. Kenapa aku tidak mencoba hidup baik-baik seperti kakak. Ah, bagaimanakah besok kalau aku telah mati. Bagaimana aku mempertanggungjawabkan perbuatanku. Kalau begini terus kelak aku akan masuk neraka. Hidup susah di akhirat sana. Sementara kakakku akan hidup nikmat di surga. Tidak! Aku tidak boleh hidup dalam lembah maksiat terus. Aku harus mencoba hidup di jalan yang lurus. Nanti malam habis maghrib aku akan ke masjid tempat kakak beribadah. Aku mau tobat dan ikut shalat. Aku mau kembali ke pangkuan Allah Swt. Aku mau beribadah sepanjang sisa hidupku. Semoga saja Allah mau mengampuni dosa-dosaku yang telah lalu.”

Dan benarlah. Ketika malam datang kedua saudara itu melakukan niatnya masing-masing. Usai shalat maghrib, sang kakak kembali ke rumah, ganti pakaian dan bergegas menuju rumah bordil. Adapun sang adik, telah pergi meninggalkan rumah bordil begitu mendengar suara azan maghrib. Jalan yang diambil dua bersaudara itu tidak sama, sehingga keduanya tidak berjumpa di tengah jalan.

Sampai di rumah bordil sang kakak mencari adiknya. Namun tidak ada. Orang-orang yang ada di rumah bordil tidak ada yang tahu kemana adiknya itu pergi. Meskipun adiknya tidak ada ia tetap melaksanakan niatnya. Nafsu telah menguasai akal pikirannya. Ia pun menuruti segala yang diinginkan nafsunya di rumah bordil itu bersama para penari dan pelacur.

Di tempat lain, sang adik sampai masjid tempat kakaknya biasa ibadah. Ia sudah bertekad bulat untuk tobat meninggalkan semua perbuatan buruknya. Ia mengambil air wudhu dan masuk ke dalam masjid. Ia mencari-cari kakaknya, ternyata tidak ada. Padahal biasanya kakaknya selalu beritikaf di masjid usai maghrib sampai isya. Ia bertanya pada penjaga masjid, namun ia tidak tahu kemana perginya. Meskipun tidak ada kakaknya niatnya telah bulat. Ia melakukan shalat dan beristighfar sebanyak-banyaknya dengan mata bercucuran air mata.

Tiba-tiba bumi tergoncang dengan hebatnya.

“Awas ada gempa ! Ada gempa !” teriak orang-orang di jalan.

Orang-orang panik keluar dari rumah untuk menyelamatkan diri. Takut kalau-kalau rumah mereka runtuh. Sang adik yang sedang larut dalam kenikmatan tobatnya tidak beranjak dari dalam masjid. Ia tidak merasakan ada gempa. Demikian juga sang kakak yang saat itu sedang terlena di rumah bordil. Ia sama sekali tidak merasakan gempa. Goncangan gempa malam itu cukup keras. Beberapa bangunan roboh. Termasuk masjid dan rumah bordil.

Keesokan harinya. Sang kakak ditemukan tewas diantara reruntuhan rumah bordil di samping mayat seorang penari wanita dalam keadaan yang memalukan. Sedangkan adiknya juga ditemukan tewas di antara reruntuhan masjid. Kedua tangannya mendekap sebuah mushaf di dada.

Masyarakat yang tahu ihwal kedua kakak beradik itu meneteskan air mata. Mereka tidak habis pikir, orang yang selama ini dikenal ahli ibadah kok bisa tewas dengan cara yang sedemikian tragisnya. Sedangkan adiknya yang selama ini dikenal ahli maksiat kok bisa husnul khatimah. Dengan peristiwa itu orang-orang diberi pelajaran yang sangat berharga. Bahwa kematian bisa datang kapan saja. Hanya Allah yang tahu. Maka jangan sekali-kali iseng menuruti hawa nafsu. Siapa tahu saat sedang menuruti hawa nafsu itulah maut menjemput. Na’udzubillahi min dzalik. Bahwa niat baik harus selalu dijaga, agar Allah Swt menganugerahkan akhir hidup yang indah. Akhir hidup yang diridhai-Nya.

“Ya Allah, karuniakanlah kepada kami keteguhan dan keistiqomahan berada dalam jalan-Mu. Karuniakanlah kepada kami husnul khatimah. Amin, ya Rabbal ‘Alamin.”

KEAJAIBAN SEBUAH DOA

Bismillahir-Rahmanir-Rahim ... Cerita menggelikan ini kudengar ketika duduk dibangku SMA dulu. Cerita yang akhirnya tertulis begitu dalam di relung-relung hati. Cerita yang meskipun naif, namun bermakna sangat dalam.

Kisah nyata dari seseorang yang dalam episode hidupnya sempat ia lewati dalam penjara. Bermula dari hal yang sepele. Lelaki itu kehabisan odol dipenjara.

Malam itu adalah malam terakhir bagi odol diatas sikat giginya. Tidak ada sedikitpun odol yang tersisa untuk esok hari. Dan ini jelas-jelas sangat menyebalkan. Istri yang telat berkunjung, anak-anak yang melupakannya dan diabaikan oleh para sahabat, muncul menjadi kambing hitam yang sangat menjengkelkan.

Sekonyong-konyong lelaki itu merasa sendirian, bahkan lebih dari itu : tidak berharga ! Tertutup bayangan hitam yang kian membesar dan menelan dirinya itu, tiba-tiba saja pikiran nakal dan iseng muncul. Bagaimana jika ia meminta odol pada TUHAN ?

Berdoa untuk sebuah kesembuhan sudah berkali-kali kita dengar mendapatkan jawaban dari-NYA . Meminta dibukakan jalan keluar dari setumpuk permasalahanpun bukan suatu yang asing bagi kita. Begitu pula dengan doa-doa kepada orang tua yang telah berpulang, terdengar sangat gagah untuk diucapkan.

Tetapi meminta odol kepada Sang Pencipta jutaan bintang gemintang dan ribuan galaksi, tentunya harus dipikirkan berulang-ulang kali sebelum diutarakan. Sesuatu yang sepele dan mungkin tidak pada tempatnya. Tetapi apa daya, tidak punya odol untuk esok hari –entah sampai berapa hari- menjengkelkan hatinya amat sangat.

Amat tidak penting bagi orang lain, tetapi sangat penting bagi dirinya.

Maka dengan tekad bulat dan hati yang dikuat-kuatkan dari rasa malu, lelaki itu memutuskan untuk mengucapkan doa yang ia sendiri anggap gila itu. Ia berdiri ragu-ragu dipojok ruangan sel penjara, dalam temaram cahaya, sehingga tidak akan ada orang yang mengamati apa yang ia lakukan. Kemudian dengan cepat, bibirnya berbisik : “YA ALLAH YA TUHANKU, Kau mengetahuinya aku sangat membutuhkan benda itu”. Doa selesai.

Wajah lelaki itu tampak memerah. Terlalu malu bibirnya mengucapkan kata amin. Dan peristiwa itu berlalu demikian cepat, hingga lebih mirip dengan seseorang yang berludah ditempat tersembunyi. Tetapi walaupun demikian ia tidak dapat begitu saja melupakan insiden tersebut. Sore hari diucapkan, permintaan itu menggelisahkannya hingga malam menjelang tidur. Akhirnya, lelaki itu –walau dengan bersusah payah- mampu melupakan doa sekaligus odolnya itu.

Tepat tengah malam, ia terjaga oleh sebuah keributan besar dikamar selnya.“Saya tidak bersalah Pak !!!”, teriak seorang lelaki gemuk dengan buntalan tas besar dipundak, dipaksa petugas masuk kekamarnya,” Demi TUHAN Pak !!! Saya tidak salah !!! Tolong Pak…Saya jangan dimasukin kesini Paaaaaaaaak..!!!”

Sejenak ruangan penjara itu gaduh oleh teriakan ketakutan dari ‘tamu baru’ itu.“Diam !!”, bentak sang petugas,”Semua orang yang masuk keruangan penjara selalu meneriakkan hal yang sama !! Jangan harap kami bisa tertipu !!!!”

“Tapi Pak…Sssa..”Brrrraaaaang !!!!

Pintu kamar itu pun dikunci dengan kasar. Petugas itu meninggalkan lelaki gemuk dan buntalan besarnya itu yang masih menangis ketakutan.

Karena iba, lelaki penghuni penjara itupun menghampiri teman barunya. Menghibur sebisanya dan menenangkan hati lelaki gemuk itu. Akhirnya tangisan mereda, dan karena lelah dan rasa kantuk mereka berdua pun kembali tertidur pulas.

Pagi harinya, lelaki penghuni penjara itu terbangun karena kaget. Kali ini karena bunyi tiang besi yang sengaja dibunyikan oleh petugas. Ia terbangun dan menemukan dirinyanya berada sendirian dalam sel penjara. Lho mana Si Gemuk, pikirnya. Apa tadi malam aku bemimpi ? Ah masa iya, mimpi itu begitu nyata ?? Aku yakin ia disini tadi malam.

“Dia bilang itu buat kamu !!”, kata petugas sambil menunjuk ke buntalan tas dipojok ruangan. Lelaki itu segera menoleh dan segera menemukan benda yang dimaksudkan oleh petugas. Serta merta ia tahu bahwa dirinya tidak sedang bermimpi.

“Sekarang dia dimana Pak ?”, tanyanya heran.

“Ooh..dia sudah kami bebaskan, dini hari tadi…biasa salah tangkap !”, jawab petugas itu enteng, ”saking senangnya orang itu bilang tas dan segala isinya itu buat kamu”.

Petugas pun ngeloyor pergi.

Lelaki itu masih ternganga beberapa saat, lalu segera berlari kepojok ruangan sekedar ingin memeriksa tas yang ditinggalkan Si Gemuk untuknya.

Tiba-tiba saja lututnya terasa lemas. Tak sanggup ia berdiri. “Ya..TUHAAANNN !!!!”, laki-laki itu mengerang. Ia tersungkur dipojok ruangan, dengan tangan gemetar dan wajah basah oleh air mata. Lelaki itu bersujud disana, dalam kegelapan sambil menangis tersedu-sedu.

Disampingnya tergeletak tas yang tampak terbuka dan beberapa isinya berhamburan keluar. Dan tampaklah lima kotak odol, sebuah sikat gigi baru, dua buah sabun mandi, tiga botol sampo, dan beberapa helai pakaian sehari-hari.

~~~

Sahabat, Kisah tersebut sungguh-sunguh kisah nyata. Sungguh-sungguh pernah terjadi. Dan aku mendengarnya langsung dari orang yang mengalami hal itu. Semoga semua ini dapat menjadi tambahan bekal ketika kita meneruskan berjalan menempuh kehidupan kita masing-masing. Jadi suatu ketika, saat kita merasa jalan dihadapan kita seolah terputus. Sementara harapan seakan menguap diganti deru ketakutan, kebimbangan dan putus asa.

Pada saat seperti itu ada baiknya kita mengingat sungguh-sungguh bahkan Odol pun akan dikirimkan dari Surga bagi siapapun yang membutuhkannya. Apalagi jika kita meminta sesuatu yang mulia. Sesuatu yang memuliakan harkat manusia dan DIA yang menciptakan kita.

Seperti kata seorang bijak dalam sebuah buku :

“Seandainya saja engkau mengetahui betapa dirimu dicintai-NYA, hati mu akan berpesta pora setiap saat”. ..

~ o ~ Strawberry

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....

KETIKA KEHENDAK ALLAH TAK DAPAT KITA PAHAMI

Bismillahir-Rahmanir-Rahim .. “….. Dan bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia adalah baik untukmu, Bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia buruk bagimu. Dan Allah mengetahui, sedangkan kalian tidak mengetahui.” (Al-Baqarah ; 216).

*************

Dahulu ada dua orang raja. Raja mukmin dan raja kafir. Raja yang kafir sakit, ia menginginkan sejenis ikan bukan pada musimnya. Waktu itu, jenis ikan tersebut berada didasar samudra. Para tabib yg putus asa menasehatkan agar raja memilih penggantinya.” Obat baginda pada ikan tersebut, kita tak mungkin mendapatkannya,” kata mereka

Allah lalu mengutus salah seorang malaikat untuk menggiring ikan itu keluar dari lubangnya didasar laut supaya orang mudah menangkapnya. Ikan itupun lalu ditangkap. Raja memakannya dan ia segera sembuh.

Kemudian raja yang mukmin pun jatuh sakit, ia menderita sakit yang sama seperti yang diderita raja kafir. Tetapi ia sakit pada waktu ketika ikan menjadi obatnya itu berada pada permukaan laut. “ bergembiralah, sekarang ini musim munculnya ikan itu.” Ucap para tabib.

Lalu Allah mengutus para malaikat untuk menggiring ikan-ikan itu dari permukaan laut sampai masuk kembali ke lubang lubang didasar laut. Orang orang tak mampu menangkapnya.

Para malaikat langit dan penduduk bumi keheranan, mereka kebingungan. Kemudian Allah mewahyukan kepada para malaikat langit dan kepada para nabi dizaman itu.

“inilah aku yg pemurah, pemberi karunia, mahakuasa. Tidak menyusahkan Aku apa yang Ku berikan, tidak bermanfaat bagi bagi Ku apa yang kutahan sedikipun, Aku tidak menzalimi siapapun.

Adapun raja kafir itu, aku mudahkan baginya mengambil ikan bukan pada waktunya, dengan begitu Aku membalas kebaikan yang pernah ia lakukan. Aku balas kebaikan itu sekarang, supaya ketika ia datang pada hari kiamat, tidaklah ada kebaikan pada lembaran lembaran amalnya. Ia masuk neraka karena kekufurannya.

Adapun raja yang ahli ibadah itu, Aku tahan ikan itu pada waktunya. Dia pernah berbuat salah, Aku ingin menghapus kesalahannya itu dengan menolak kemauannya dan menghilangkan obatnya supaya kelak ia datang menghadap-Ku tanpa dosa. Dan diapun masuk syurga.

*****

Terkadang kita selalu mengeluh atas harapan yang tak terpenuhi, kita mengeluh atas doa yang tak terkabulkan, dan selalu mengeluh untuk sesuatu yang tidak kita ketahui. padahal dibalik semua itu ada hikmah termahal jika kita bisa jeli melihatnya.ada kasih yang tak ternilai dari Allah tuk hamba-Nya yang sabar.

Duhai sahabat .. marilah kita bersabar, bersyukur dan ikhlas.. karena kebahagiaan itu ada disini dihati kita. tidak akan pernah ada seorangpun yang bisa merampasnya. karena Kebahagiaan itu ada didalam keimanan.

Duhai sahabat .. selalu ada permata dibalik derita dan airmata , selalu ada makna dibalik peristiwa dan bencana. jangan sampai kita menyesal, jangan sampai Allah mengajak kita untuk mensyukuri nikmat-Nya dengan cara mencabut nikmat tersebut dari diri kita.

Sesungguhnya Rencana Allah lebih indah dari impian kita. tersenyumlah , jangan bersedih... karena kesedihanmu, airmatamu terlalu berharga hanya tuk menangisi dunia yang fana....

~ o ~ Strawberry